Postingan

Membesarkan Anak yang Berdaya

Gambar
Banyak dari kita pernah mendapatkan informasi seputar parenting yang berseliweran di media sosial. Kita dengan mudah membacanya bahkan tidak sedikit di antara kita yang menyimpan informasi itu sebagai arsip di smartphone. Dengan harapan suatu saat kelak bisa membaca kembali untuk diamalkan. Apalagi kalau kita adalah orang yang masuk ke dalam grup yang sama-sama tertarik seputar parenting. Bisa dipastikan arsipnya akan semakin banyak. Ada satu buku seputar parenting yang dapat menjadi rujukan untuk para orangtua muda. Ditulis oleh seorang ayah beranak dua, yang memiliki kegelisahan tentang nilai-nilai hidup yang kita tanamkan kepada generasi berikutnya. Ia, Adhitya Mulya, yang juga merupakan penulis novel Sabtu Bersama Bapak, mengulas hal yang sangat mendasar tentang pengajaran nilai hidup kepada anak. Ia mengharapkan agar terdidik generasi berikutnya yang berdaya dalam menghadapi tantangan hidup mereka. Hal tentang pengasuhan anak inilah yang terkadang luput oleh kebanyakan orang tua....

Ringkasan The Old Man and The Sea

Gambar
Intinya, hidup adalah perjuangan. Maaf sudah saya simpulkan secara sepihak mengenai keseluruhan makna dalam The Old Man and The Sea. Sebagian besar orang, boleh jadi telah membaca karya fenomenal Ernest Hemingway ini. Mari mengulik sejenak isi karyanya yang berhasil meraih Pulitzer Prize di tahun 1952 serta Nobel Prize di bidang sastra di tahun 1954. Terkisahlah seorang nelayan tua bernama Santiago yang menjadi tokoh utama cerita. Tidak seberapa persis berapa usianya. Hanya saja fisiknya digambarkan memiliki ekspresi wajah yang suram dan dipenuhi bintik-bintik kecokelatan yang berarti juga kanker kulit jinak. Ia kurus dan apapun yang berkaitan dengannya terkesan tua, kecuali matanya. Mata seorang nelayan yang jernih dan siaga selayaknya seekor elang. Ia hidup seorang diri di gubuk tuanya setelah istrinya meninggal tetapi seorang bocah lelaki sering datang untuk mengurusnya maupun menemaninya berlayar. Kiprahnya sebagai nelayan kawakan tengah diuji karena selama delapan puluh empat h...

Kemunculanmu

Masa ini akhirnya kembali datang Dimana aku akan sulit konsentrasi Belajar tak jua membuatku paham Menulis tak kunjung terselesaikan Ingin tuntaskan beban ini Ingin sampaikan padamu Ingin buncahkan kecemasan Ingin sekali kembali tersenyum Meski tertahan aku harus sabar Sabar menanti kamu muncul Benar-benar muncul dan hadir seutuhnya Seutuhnya menyibak penghalang saat dewasaku Demi kehadiranmu seakan membuatku Meremas-remas dinginnya tangan Menyeka-nyeka basahnya kening Mengelus-elus bengkaknya pipi Demi mengertimu aku belajar mengenal Mengenal Dexamethashone dan Paracetamol Meski hanya sebagai penyembuh sementara Atas penantian yang terlampau lama Kamu akan datang saat aku dewasa Kamu akan datang saat rahangku siap Kamu akan datang sebagai pelengkap Kamu adalah gigi geraham dewasaku #tulisanngasal #curhatsamamesin #buntupadatesis #gusibengkak #nyerinyerisedap #aaarggh

Tiga Sifat Pemimpin

Ustadz Yunahar Ilyas pernah menjelaskan Tafsir Qur’an Surah At-Taubah Ayat 128-129. Terjemahannya adalah Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari golonganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat berambisi padamu, sangat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman. (128) Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Cukuplah bagiku Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. Dia adalah Tuhan Arsy yang agung.” (129) Nabi Muhammad Saw adalah Rasulullah yang berasal dari Arab yang memiliki tiga sifat pemimpin yang dijelaskan di dalam ayat ke-128. Ketiga sifat ini semestinya dapat diteladani oleh pemimpin-pemimpin negeri. Apa sajakah? Sifat pertama adalah ‘aziizun ‘alaihi maa’anittum (berat terasa olehnya penderitaanmu). Pemimpin sejati adalah yang merasa menderita ketika melihat penderitaan rakyatnya. Sifat kedua adalah hariishun ‘alaikum (sangat berambisi padamu). Pemimpin sejati a...

Melatih Logika Bareng Kyai Adung

Gambar
Kyai Kocak VS Liberal Ronde #2 adalah bagian dari seri Rehat Bersama Kyai Kocak yang ditulis oleh seorang Guru Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Pembangunan UIN Jakarta. Buku ini mengunakan pendekatan santai dan humor dalam mengimbangi logika liberalisme. Melalui tokoh fiksi Kyai Adung yang simpel dan berisi, buku ini sangat cocok untuk semua kalangan remaja dan dewasa. Penulis bermanuver melalui sudut pandang Kyai Adung untuk mematahkan usaha segelintir orang yang ingin meliberalisasikan agama. Kyai Adung yang dianggap kolot tetap nyentrik dengan kekonyolannya kepada Pahlawan Bertopeng__sebutan aktivis liberal dalam buku ini. Karakter Kyai Adung yang blak-blakan semestinya membuat pembaca yang menuhankan nafsu dan logika harus belajar lebih karena ternyata logika mereka sangat lemah dan nafsu mereka keterlaluan. Terdapat 39 bab yang bisa dinikmati sekali duduk sampai selesai. Dan diawali dengan tagline, “Daripada sok ngikut liberal mending ngikut Kyaikocakisme! Se...

Penelitian Kualitatif: Proses dan Aplikasi

Gambar
Ingin baca buku metode penelitian tapi rileks seperti baca novel? Buku ini sangat dianjurkan untuk pembaca yang ingin mengenal bagaimana metode penelitian kualitatif dapat dilaksanakan. Penulis mampu membangun komunikasi yang baik kepada pembacanya. Dijamin, baca buku ini akan membuat semakin mudah memahami metode penelitian kualitatif. Dilengkapi dengan contoh yang memandu peneliti pemula di bidang kualitatif. Contoh yang diberikan tidak jauh dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Bisa dibilang, baca buku ini seperti baca sebagaian Jakarta Undercover. Masalah-masalah yang dijadikan contoh adalah masalah sosial seperti, perilaku bebas, kekerasan dalam rumah tangga, kehidupan masyarakat ekonomi menengah ke atas dan ke bawah, sampai urusan pendidikan. Penelitian kualitatif dilakukan demi mencari jawaban atas pertanyaan 'mengapa” orang bersikap atau bertindak seperti itu, melalui analisis atas informasi yang tak terstruktur dari transkrip wawancara, tanggapan atas pertanyaan ter...

Turki dalam Surat Faris BQ

Gambar
Judul Buku: Letters from Turkey Penulis: Faris BQ Penerbit: Salsabila Jumlah Hal: 405 Tahun Terbit: Desember 2013/ Cetakan 1 Turki dalam Surat Faris BQ Letters from Turkey adalah kumpulan pengalaman, pemikiran, maupun perasaan penulis yang ditulis ke dalam 106 bagian. Bisa dibilang buku ini adalah curhatan penulis tetapi dikemas dengan apik sehingga bisa dikonsumsi khalayak umum. Saya cukup terkesan pada betapa jujur dan jernihnya pandangan hidup penulis. Apalagi pada tiap catatan perjalannya, penulis memberikan perhatian besar pada manusianya, alamnya, dan kulinernya. Tema-tema pada tiap bagian adalah seputar kehidupan penulis di Turki sebagai mahasiswa doctoral di Universitas Ankara. Penulis yang tetap berpenampilan sederhana meskipun berprestasi ini, harus berpisah dengan istri yang baru beberapa bulan ia nikahi. Walhasil, surat-surat yang ia tulis kebanyakan diperuntukkan untuk istrinya. Kebayangkan kalau dua insan yang berpisah sedang nulis surat? Terkadang saya bacanya ter...

Asa untuk Turki

Turki adalah negeri yang membuat hatiku berdesir untuk berusaha menjejak tanahnya dan menggapai langitnya. Ketika ada buku atau artikel yang membahas tentang Turki, dijamin mata ini tak akan beranjak ke yang lain sebelum bacaan itu selesai. Ketika ada informasi kegiatan yang membahas Turki dan kehidupan sosial-politik masyarakatnya, dipastikan langkah kaki akan menuju paling pertama. Jika dalam Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata, aku tidak jauh berbeda dengan Jimbron manakal ia sangat antusias mendengar kata ‘kuda’. Seolah kata ‘Turki’ memenuhi rongga dada yang mampu menggantikan kinerja oksigen. Maaf yah sangat berlebihan memang. Ada satu asa pada masyarakat Turki yang sangat peduli pada negeri Palestina. Semoga Turki tetap menjadi negeri yang terdepan membantu rakyat Palestina. Semoga Turki mampu menggandeng negeri-negeri Timur Tengah untuk bersatu mengembalikan hak rakyat Palestina terhadap negerinya terutama Masjidil Al-Aqsha. Semoga Turki mampu terlepas dari be...

Resume Buku Sesudah 50 Tahun Gagalnya Kudeta PKI

Gambar
Tidak biasanya Taufiq Ismail menulis karangan nonsastra. Kalau bukan karena teramat pentingnya, tentu buku yang memiliki dua judul kontroversial ini tidak akan pernah ada. Ia menuliskannya untuk kaum muda yang tidak mengalami langsung pemberontakan PKI dan hanya tahu dari membaca buku sejarah di sekolah maupun mendengar dari keluarga. Buku ini lahir karena keresahan Taufiq terhadap kelompok Komunis Gaya Baru (KGB) yang diam-diam mengkader anak muda untuk berpihak pada sosialisme. Isi buku berjudul pertama (Sesudah 50 Tahun Gagalnya Kudeta PKI) meliputi: 1. Ideologi Bencana Terbesar Dunia 2. Menghitung Korban Nyawa Manusia Akibat Palu Aritisme 3. Dari Pertarungan Maut Sampai Ide Perdamaian Total Buku ini menegaskan kepada kita bahwa ideologi komunisme yang tenar di abad ke-20 sesungguhnya sekarang (abad 21) sudah hancur. Berikut adalah kutipan dari penulis tentang ambruknya sosialisme, “Komunisme atau Marxisme-Leninisme sudah bangkrut di seluruh dunia, tid...

Tentang Sutan Takdir Alisjahbana

Sutan Takdir Alisjahbana atau biasa disingkat STA mengingatkan saya pada romannya yang berjudul Layar Terkembang. Sejak SMP saya membaca potongan roman tersebut. Kemudian saya SMA memutuskan untuk mencari roman utuhnya. Bahagia menemukannya di perpustakaan sekolah, tidak lantas membuat saya menuntaskannya. Ternyata romannya tidak begitu menarik. Pengalaman saya sepekan terakhir, STA muncul kembali di deretan rak pameran buku yang digelar anak-anak Ilmu Budaya UGM. Ada yang megganjal pikiran saya bahwa bicara tokoh budaya maupun sastra pasti tidak hanya STA. Mengapa tidak muncul karangan Amir Hamzah, Putu Wijaya, atau yang lebih modern Taufiq Ismail? Mengapa hanya STA? Usut punya usut, ternyata pameran buku yang baru saya hadiri adalah penggemar buku-buku sosialisme dan pluralisme. Belakangan saya tahu STA sempat aktif dalam Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) dan organisasi sosialis lainnya. Buku-buku yang dijual tergolong anti agama dan banyak diproduksi oleh penerbit-pen...