Postingan

Resume Buku: Ayah... Kisah Buya Hamka

Gambar
Judul buku: Ayah... Kisah Buya Hamka Penulis: Irfan Hamka Penerbit: Republika Penerbit Jumlah halaman: xxviii + 323 Cetakan V, Februari 2014 Peresume: Novi Trilisiana, Indonesia Membaca 2 Buku biografi yang ditulis langsung oleh anak ke-5 Buya Hamka memuat kisah ayahnya. Kisah tentang masa muda, dewasa, menjadi ulama, sastrawan, politisi, kepala rumah tangga, sampai ajal menjemput sang buya. Tentang makna ayah bagi seorang anak yang layak menjadi inspirasi bagi seluruh ayah sejagad. Penulis membagi kisah tersebut ke dalam sepuluh bagian. Tiap bagian hampir tidak lepas menyuguhkan hikmah. Hikmah dari perbuatan yang tercermin dari kepribadian Buya Hamka. Terutama yang berkaitan langsung dengan pengalaman hidup penulis. Penulis dengan piawai merekam hal yang mengesankan dari sosok ayahnya. Kesepuluh bab yang pengantar bukunya ditulis oleh Dr. Taufik Ismail, di antaranya, (1) Sejenak mengenang nasihat ayah, (2) Ayah dan masa kecil kami, (3) Ayah berdamai dengan jin, (4) Ayah, ummi,...

Resume Buku: Buku Ini Tidak Dijual

Gambar
Judul buku: Buku Ini Tidak Dijual Penulis: Henny Alifah Penerbit: Indiva Tahun Terbit: Maret 2015 Jumlah halaman: 192 Novel yang satu ini adalah novel pertama Henny yang diterbitkan. Novel ini diterbitkan sebagai hadiah Lomba Menulis Novel Inspiratif Indiva tahun 2014. Afifah Afra, pemilik Indiva, memberikan endorsment yang mewakili alasan mengapa novel ini keluar menjadi pemenang pertama. Tulisnya, ide novelnya sangat unik, lain dari pada yang lain. Pilihan katanya juga efektif dan segar. Novel ini merupakan otokritik yang brilian. Namun begitu, saya tetap merasa sangat terhibur dan tak bisa beranjak sampai lembar terakhir. Novel ini mewakili visi Indiva yang mengusung tema cerita yang humanis, yang semua kalangan bisa membacanya. Meskipun penulis sendiri merupakan anggota Forum Lingkar Pena Wilayah Yogyakarta (Forum kepenulisan bernafaskan dakwah Islam), cerita yang diangkat menampilkan sisi-sisi kebaikan yang universal. Cerita yang dikemas adalah cerita yang mendorong pembacan...

Resume Buku: 30 Paspor di Kelas Sang Profesor

Gambar
Judul: 30 Paspor di Kelas Sang Profesor (Buku 1) Penulis: J.S. Khairen Penerbit: Noura Books Tahunb terbit: Oktober 2014 Jumlah halaman: 294 Buku ini saya dapatkan saat berkunjung ke Rumah Perubahan milik Prof. Rhenald Kasali di Bekasi. Tak butuh waktu lama untuk melahap habis buku yang terbit dalam 2 jilid ini. Sayangnya saya baru memiliki buku 1. Kesemua jilid berisikan kisah anak-anak muda yang kesasar di empat benua. Anak-anak muda itu tak lain adalah mahasiswa Prof. Rhenald Kasali yang mengambil kuliah Pemasaran Internasional. Mereka mendapat tugas kuliah berupa kunjungan ke luar negeri yang bukan negeri tetangga semacam Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darussalam. Gawatnya lagi, setiap mahasiswa harus pergi seorang diri dengan tujuan negara yang berbeda satu sama lainnya. Meskipun ada beberapa mahasiswa yang terlanjur memilih tujuan yang sama, mereka harus menentukan tanggal perjalanan yang berbeda. Mereka pun harus memutar otak untuk mendapatkan dana perjalanan yang mema...

SALAH SATU CARA MUDAH MENGHAPAL NAMA2 SURAH DALAM AL QUR’AN

Gambar
Postingan ini saya dapatkan dari Broadcast Whatsap temen-temen yg sedang fokus menghafalkan Alquran. Menurut sata ini penting banget untuk kita ketahui bersama. :-) Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang wajib di baca dan dipelajari oleh setiap umat Muslim.Namun faktanya , sangat jarang umat muslim yang bisa menghapal seluruh isi Al Qur’an ( Tahfidz ). Jangankan hapal isinya , urutan nama-nama surah yang ada dalam Al Qur’an saja tidak banyak yang hapal. Nah untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar nantinya mampu menghapal seluruh isi Al Qur’an , maka saya coba memulainya dengan memberikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al Qur’an. Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat cerita dari urutan surah sehingga kita mudah mengingatnya. Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata-kata yang berhuruf besar. Kata- kata...

Resume Api Tauhid

Gambar
Judul buku: Api Tauhid. Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujadid Jenis buku: Novel sejarah pembangun jiwa Penulis: Habiburrahman El Shirazy Penerbit: Republika Penerbit Tahun cetak, jumlah halaman': Nov 2014, 573 Peresume: Novi Trilisiana IM2 Membaca novel sejarah adalah favorit semua orang yang mampu menghargai pelajaran hidup masa lampau. Api Tauhid hadir di tengah-tengah kita sebagai pendukung khasanah sejarah seorang ulama yang dianggap sebagai keajaiban di zamannya. Novel ini secara tidak langsung menyajikan biografi dan problematika dakwah seorang ulama Turki melalui perjalanan 6 pemuda Turki dan Indonesia yang menelusuri jejak hidup sang ulama, Baiduzzaman Said Nursi. Namun demikian, empat pemuda dan dua pemudi yang menjadi tokoh cerita pun tidak terlepas dari problem dan konflik cerita. Tokoh cerita : ada Fahmi, Subki, Hamzah, Bilal, Aysel, dan Emel. Fahmi dan Subki merupakan mahasiswa S2 di Universitas Madinah yg berasal dari Indonesia sedangka...

Kesan Melahirkan

Gambar
Selalu ada kesan dibalik kejadian melahirkan bayi. Saya sendiri belum pernah merasakan yang namanya melahirkan. Hanya saja melahirkan demikian identik dengan perjuangan dan pengorbanan. Banyaknya pengalaman teman yang terjumpai menyiratkan dan menggambarkan jelas bahwa melahirkan mampu menembus batas. Yang tak berdaya menjadi berdaya, yang luka menjadi bahagia, yang lelah-payah menjadi puas, bahkan yang dirasa mustahil mampu terwujud apa adanya. Entah ke berapa kalinya saya dengar kisah para sahabat yang telah mengalami fase ini. Satu kata yang senantiasa mampir di dalam benak, tiap kali dengar kisah mereka adalah: Takjub. Ketakjuban kisah mereka menjadi referensi berharga yang memenuhi ruang pengetahuan abstrak di dalam kepala. Sementara otak saya mengerut-ngerut merumuskan, bisa jadi Perjuangan & Pengorbanan melahirkan = Menembus batas x Ketakjuban. Artinya semakin besar perjuangan dan pengorbanan saat melahirkan maka semakin tebal batas yang ditembus dikalikan besarnya takj...

Bagi TOSERBA 4D dalam Keluarga

7 September 2014 “Apa dorongan dan kekuatan ataupun potensi yang Anda miliki untuk menjadi ibu yang dahsyat?” Teh Deri memulai coaching dengan pertanyaan yang menggiring kami, kelompok TOSERBA, untuk merumuskan suatu kalimat yang mewakili pemikiran kami semua. Kami harus melakukan step Discovery . Akhirnya, dari 12 kepala terciptalah kalimat berhawa syurga berikut, Kami berniat, yakin, dan mampu menjadi ibu dahsyat untuk selalu mendidik anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah putus asa serta selalu menjadi teladan dan bersyukur untuk selalu menjaga amanah dari Allat Swt. Lalu kekuatan yang kami punya adalah kesabaran, visioner, konsisten, penyayang, mandiri, peka, tegas, cerdas, dan selalu memberi tauladan. Kami mudah sekali merumuskan kalimat rumit ini. Lihat saja nanti praktiknya bagaimana? Mampu dan sudah siapkah? Benak psimis saya lalu kebetulan ditepis secara langsung oleh Teh Deri. “Waah Anda sudah punya dorongan keinginan yang bagus. Dorongan dan kekuatan yang s...

Chapter 1 L2K

Gambar
Judul Buku: Lapis – Lapis Keberkahan Penulis: Salim A. Fillah Penerbit: Pro-U Media Halaman: 17-58 (Chapter 1) Pembuat Resume: Novi Trilisiana (IM 6) Seperti buku-buku Salim A. Fillah lainnya, saya selalu menyukai diksi dan analogi yang ditengahkan kepada pembaca. Kali ini buku terbarunya sedang hangat diperbincangkan dalam dunia dakwah literasi. Buku ini tebalnya nyaris 3cm dengan panjang 24cm dan lebar 16cm. Isinya padat berisi kaya inspirasi dengan 517 halaman yang meliputi. Salah satu diksi yang dipilih untuk menghiasi cover depannya bagi saya terasa sederhana tapi cukup memikat. “Memburu berkah amatlah berat. Tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.” Pada bagian pertama (chapter 1), penulis menamainya sebagai “Beriris-Iris Asas Makna” dengan 6 sub bagian yang meliputi, (1) Menetap-Berkekal, Bertumbuh-Bertam bah; (2) Tabaarakallaah, Sebaik-baik Pencipta; (3) Kebaikan di Tangan-Mu, Yang Maha Tahu, (4) Tiada Daya, Maka Berjaya; (5) Mengemudi Hati di J...

Menulis Buku Anak

Gambar
Beberapa tahun silam, Ali Muakhir pernah mengisi kuliah kepada kami tentang buku anak menurut anak-anak. Aku adalah salah satu yang menyimak bersama mereka demi kepedulian pada anak-anak. Bagi kami Ali Muakhir sudah layaknya master of children story book terutama untuk cerita islami. Beliau yang penulis sekaligus penyunting buku-buku anak ini juga aktif membina komunitas menulis untuk anak-anak dan orang tua. Kali ini, akan kubagikan padamu sahabat, apa yang disampaikan Ali Muakhir tentang bagaimana menulis buku anak. Pertama, apa saja yang dibutuhkan anak-anak untuk dibaca? Anak-anak membutuhkan naskah yang berbeda dari remaja dan dewasa. Pilihan kata yang dibutuhkan juga harus sesuai anak-anak, penuh informasi, dan imajinasi. Anak-anak sangat membutuhkan gambaran tentang solusi menghadapi masalah supaya membantu anak-anak belajar bagaimana bersikap seharusnya. Anak-anak tertarik dan butuh wawasan di luar lingkungan keluarga mereka, misalnya pengalaman menjadi delegasi anak Indones...

Bagiku, Perang Itu...

Gambar
Kepedulian Menghindarkan kejadian Buruk Aku terbangun dari mimpi buruk pada tidur siangku hari ini. Kerongkonganku tercekat mengharap dialiri segera air yang jernih. Pegal semua badan, kurasakan. Seingatku, selepas nyawaku terkumpul, aku meludahi si penggoda tiga kali ke arah kiri. Entah karena aku lupa berdoa atau terlalu sering membaca buku keburukan yang timbul akibat perang! Mungkn kah… Terakhir kali sebelum tidur aku menamatkan novel The Kite Runner. Kudapati diriku mengutuki  perang di Afganistan tiap kali menelusuri halaman buku tersebut. Perang dengan alasan apapun, jika terjadi akan banyak merenggut kebahagiaan satu sama lain. Aku tak sampai hati membayangkan negeri Indonesia_tanah airku tempat aku lahir, tumbuh, dan mungkin 'tamat'_berubah menjadi negeri mati gara-gara peperangan. Buku ini, sedikit banyak menyingkap cakrawala pekat atas keegoisanku dan ketakpedulianku pada negeri sendiri. Kini aku peduli. Bangun dari ketidak-mau-tahuan-ku atas kebur...

Kamu Keki? Aku mah Kagak

Gambar
Tahun baru masehi emang selalu bikin keki bagi siapa aja yang ga kumpul bareng keluarga. Aku sendiri emang terlampau menyikapi secara biasa untuk kemudian tidak disebut keki tiap tahunnya. Aku ga peduli dengan rutinitas tahunan kebanyakan orang yang nahan ga tidur untuk niup terompet atau sekadar melihat kembang api di loteng rumah. Aku juga ga peduli kalau malam 1 Januari kudu bakar jagung atau bakar ayam. Asal ga bakar rumah aja! Kalau yang satu ini kudu respect dengan cepat dong. Menurutku, jauh lebih penting adalah ikut merasakan kebersamaan dengan keluarga di hari libur panjang ini yang secara rutin terjadi ketika natal dan tahun baru. Bayangin deh nasibku, hanya 1-2 kali dalam setahun baru bisa pulang kampung. Saat libur lebaran idul Fitri atau libur semester ganjil. Di sinilah yang bikin ngiri, kebanyakan anak kos yang rumahnya relatif mudah dijangkau senantiasa mudik kapanpun ada kesempatan, salah satunya yah…pas tahun baru ini. Di malam tahun baru tinggalah di kos, aku ya...

Ketika orang lain bangkit, aku terbelenggu?

Gambar
Palang rel kereta api menyetopku untuk berapa lamanya, meski aku tahu kereta telah lama berlalu. Aku tak kunjung melaju. Tetap terpaku di atas jok motor dengan muka tertunduk. Aku bingung, bagaimana bisa melaju? Sebab, pandanganku sungguh mengherankan. Setiap kudongakkan kepala, palang tersebut tetap melintang sepanjang aku hendak bergaerak maju, di sisi kanan maupun kiri. Sementara pengendara di samping maupun belakang, terus maju dan mampu menerobos plang yang tiba-tiba menjadi sekadar hologram. Mengapa aku tak kuasa macam mereka? Sudah berjam-jam aku stagnan diselimuti terik matahari. Anehnya, aku tak berkeringat sedikitpun. Dan entah berapa banyak pengendara yang telah mendahului. Mereka tak pula menjawab teriakan minta tolongku. Padahal aku tampak kesusahan di pinggir jalan. Seolah ada dinding pembatas yang tak kuasa kutembus. Namun, aku bukan laksana hologram bagi mereka. Aku nyata kok. Hei, jangan cuekin aku!!! Aku putus asa dan tiba-tiba menangis meraung-raung. Menyesal...

Renovasi Moral Menuju Investasi Bumi

Gambar
Manusia dengan akal pikirannya ternyata mampu mengguncang stabilitas kehidupan mereka sendiri. Melalui inovasi dan teknologi yang diciptakan, manusia menjelma ke dalam sosok yang tamak. Tentu denotasi negatif ini, hanya berlaku pada sebagian besar manusia. Hanya saja yang sebagian besar itu telah menutupi sisi positif manusia yang lain. Mengapa demikian? Pada mulanya, manusia menciptakan macam-macam inovasi dan teknologi untuk mempermudah pekerjaan. Namun, seiring meningkatnya rasa tidak puas manusia, inovasi-inovasi yang lahir berkembang pesat atas dasar ketamakkan. Manusia menginginkan sesuatu yang lebih banyak dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, manusia terus berlomba menemukan cara terbaik untuk kemajuan segala bidang kehidupannya. Alih-alih menemukan cara terbaik di satu bidang, manusia malah membuat dampak buruk di bidang yang lain. AC ( Air Conditioner ) misalnya, diciptakan bermula atas desakan hawa panas yang membuat manusia tidak nyaman berada dalam ruangan. Namun...